Analisis Kelayakan Ekonomi Investasi Pembangunan Embung Pulung Kencana di Kabupaten Tulang Bawang Barat
DOI:
https://doi.org/10.23960/rekrjits.v28i3.108Kata Kunci:
Metode Nilai Hasi, Gedung C FKIP, Pengendalian Proyek, Waktu, BiayaAbstrak
Desa Pulung Kencana merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Untuk meningkatkan potensi desa maka direncanakan pembangunan embung yang berfungsi untuk memberikan alternatif pengembangan usaha pertanian warga dan objek wisata berbasis eco dengan tetap menjaga kelestarian alam sebagai daya tarik utama. Lokasi pembangunan embung ini sendiri direncanakan pada lahan yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui besarnya biaya, manfaat, dan nilai kelayakan investasi yang diperoleh dari pembangunan embung di Desa Pulung Kencana. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menganalisa kelayakan ekonomi investasi dari pembangunan embung berdasarkan banyaknya biaya yang digunakan dengan keuntungan ekonomi masyarakat sekitar dari adanya pembangunan Embung Pulung Kencana, lalu perhitungan dari biaya dan manfaat tersebut akan diolah untuk menentukan kelayakan dari pembangunan embung tersebut. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan empat metode yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Periode (PP). Hasil analisis pada kelayakan ekonomi investasi yang telah dilakukan pada Embung Pulung dapat disimpulkan bahwa manfaat pembangunan embung dapat dilihat dari tiga sektor krusial (pertanian, perikanan, dan pariwisata) dan tergolong layak untuk dilanjutkan ke tahap selanjutnya, dikarenakan semua skenario memenuhi kriteria yang ada. ondisi terbaik berada pada skenario kesembilan dengan perhitungan mengunakan suku bunga 10% dan asumsi pendapatan pertahunnya yang dihasilkan sebesar 110%.
Unduhan
Referensi
Anjasmoro., Bima., Suharyanto, S., dan Sri, S. (2016). Analisis Prioritas Pembangunan Embung Metode Cluster Analysis, AHP dan Weighted Average (Studi Kasus: Embung di Kabupaten Semarang). Media Komunikasi Teknik Sipil. 21(2): 101-112.
Badan Pusat Statistik. (2021). Luas Wilayah (km2), 2019-2021 (Tahun 2021). Lampung.bps.go.id. (diakses pada tanggal 8 Oktober 2022).
Hanggara, I., dan Irvani, H. (2017). Analisa Volume Tampungan Embung untuk Mengatasi Kekeringan di Desa Putukrejo. Prosiding Sentrinov (Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif). 3
Hanggara, I., dan Irvani, H. (2019). Analisa Kelayakan Teknis dan Ekonomi Embung Putukrejo Kabupaten Malang. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia. 4(1): 30-38.
Putra, D.A., Andawayanti, U., dan Lufira, R.D. (2018). Analisa Kelayakan Ekonomi Pembangunan Embung Hutanamora di Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan. 2(1): 1-8.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
